Media Online Seroja indonesia.com berita terkini di Indonesia, menyajikan beragam informasi dari berbagai sektor kehidupan yang disajikan secara sederhana dan mudah dipahami untuk membuka wawasan secara luas.

Kasat Reskrim Polres Muba Dilaporkan Ke Propam Polda Sumsel, Diduga Langgar Prosedur

  • Bagikan


Kabupaten Tangerang Seroja Indonesia com.
Romaita Binti Abu Yani, korban penganiayaan, melalui tim kuasa hukumnya sore ini mendatangi Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Sumatera Selatan (Sumsel) guna melaporkan oknum Kasat Reskrim beserta seluruh oknum penyidik unit PPA Polres Musi Banyuasin, Jum’at 25/08/23.

Ditemui usai keluar ruangan Yanduan Polda Sumsel, Advokat Rully Ariansyah SH selaku kuasa hukum korban sangat menyayangkan tindakan oknum penyidik Unit PPA Polres Muba.

Menurut hemat saya sebagai Lawyer, terhadap klien kami yang belum pernah dipanggil sebagai terlapor, baik bersifat undangan klarifikasi maupun panggilan selaku saksi terlapor, untuk dimintai keterangan BAP. Dan kami sangat-sangat keberatan mengingat klien kami belum pernah menerima surat panggilan yang sah serta patut menurut hukum pidana.

“Sekira pukul 14:15 WIB klien kami dilakukan penangkapan oleh penyidik Polres Muba sebagaimana Surat Perintah Penangkapan nomor: SP.KAP/126/VIII/RES.1.6/2023/Satreskrim yang ditanda tangani Kasat Reskrim Polres  Muba AKP Morris Widhi Harto SIk.,” Ujar advokat muda yang karirnya melejit hingga kanca nasional, kepada awak media.

Di tempat terpisah, Ketua DPC Peradi Sekayu Zulfatah SH, selaku kuasa hukum yang hadir langsung ditempat, menyampaikan rasa kecewa dalam proses penyidikan kasus ini. Menurut ia, tindakan yang dilakukan oleh oknum penyidik kali ini diduga cacat hukum, sehingga upaya tim kami untuk melaporkan terduga Kasat Reskrim Polres Muba beserta seluruh penyidik dalam perkara ini adalah tindakan yang sudah benar.

“Kami berharap dalam proses laporan yang kami sampaikan ke Yanduan Propam Polda Sumsel kiranya dapat dilakukan pemeriksaan secara profesional, akuntabel, dan transparan. Mengacu ke PerKap No 6 tahun 2019, Tentang Penyidikan Tindak Pidana, yang menguraikan tentang prosedur dalam melakukan penangkapan dan menetapkan seseorang sebagai tersangka,” tegasnya.

BACA JUGA  Pengawas Mengaku Warga, Proyek U-Ditch di Suka Bakti Curug Diduga Buat Ajang Korupsi

Kemudian, tim awak media ini berusaha menghubungi Kasat Reskrim Polres Muba guna pemberitaan berimbang melalui pesan whatsapp AKP Morris dengan santun membenarkan terkait surat perintah penangkapan yang ia tanda tangani sudah benar dan sesuai prosedur.

Lanjut Kasat “Bilamana ke depan pelapor dan terlapor ada kesepakatan damai, bisa dilakukan keadilan restoratif sesuai Perpol Nomor 08 Tahun 2021 Tentang Penanganan Tindak Pidana Berdasarkan Keadilan Restoratif,” tutupnya.(tim.s)

128
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: