Media Online Seroja indonesia.com berita terkini di Indonesia, menyajikan beragam informasi dari berbagai sektor kehidupan yang disajikan secara sederhana dan mudah dipahami untuk membuka wawasan secara luas.

Kades Buniayu Minta Dinas Turun Ke Lapangan Melihat Kondisi Sungai – Sungai di Kecamatan Sukamulya

  • Bagikan

KABUPATEN TANGERANG, Sarojaindonesia.com
– Dampak perubahan iklim sudah sangat dirasakan oleh masyarakat, berbagai permasalahan di bidang pertanian berpengaruh besar terhadap ketersediaan dan cadangan pangan masyarakat, tidak hanya di tingkat Daerah tetapi juga di level Nasional
Permasalahan yang utama ditemui adalah terkait dengan ketersediaan air baik itu debitnya ataupun dalam hal Pendistribusian.

Kondisi ini jelas berdampak pada perubahan masa tanam dan pola tanam, serta kuantitas dan kualitas panen yang semakin menurun. Meskipun sudah memasuki, musim penghujan terdapat beberapa Daerah yang belum bisa menanam padi karena saluran irigasi menuju areal persawahan mereka masih tersumbat dan belum bisa teraliri

Seperti yang terjadi di Desa Benda dan Desa Buniayu Kecamatan Sukamulya, hingga saat ini beberapa petani belum bisa menanam padi karena belum mendapatkan air.(15/09/2023)

Kondisi tersebut disampaikan oleh Kepala Desa Buniayu Hamdani SM. “Kami bersama dengan Kades Benda (red.Sanuki) juga warga sekitar sudah melakukan susur sungai dan kerja gotong royong sejak beberapa hari lalu,” jelasnya

Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengetahui secara langsung kondisi disepanjang aliran Sungai Tersier yang mengaliri area persawahan di Desa kami dan kami juga telah memetakan titik mana saja ditemukan masalah dan secepatnya melakukan penanganan,” ungkap Hamdani

Dalam susur sungai tersebut menurut Kades Buniayu menemukan sejumlah masalah, Diantaranya masalah tersebut seperti, erosi, pembuangan sampah liar, pencemaran limbah, hingga sedimentasi yang cukup parah. Temuan tersebut didapati disejumlah titik lokasi berbeda,” terangnya

“Kita sudah petakan lokasi lokasi mana saja yang bermasalah karena sampah liar dan sedimentasi, nantinya akan segera dikoordinasikan dengan pihak terkait untuk secepatnya dilakukan penanganan,” ujarnya.

Kami hanya minta Dinas terkait untuk segera mengambil langkah atau tindakan taktis. Dan disisi lain peran serta warga masyarakat juga wajib membantu dengan cara tidak membuang sampah di sungai,” ucapnya

BACA JUGA  Mobil Truk Fuso Ringsek Parah Menabrak Pembatas Jalan Beton Gegara Rem Blong

Oleh karena itu, menurutnya sangat penting untuk segera merevitalisasi aliran sungai tersier yang mengaliri areal pesawahan 4 Desa di Kecamatan Sukamulya melalui kerja sama lintas Instansi.

“Kemana UPT pengairan, Dinas PU Bina Marga, BPP Pertanian wilayah Sukamulya – Kresek, ini kan kewenangan Kabupaten Tangerang,” apa nunggu para petani melakukan aksi, baru di tanggapi,” tegas Hamdani kesal

“Lihat sendiri tingginya sedimentasi di Aliran Sungai Tersier Desa Benda dan Desa Buniayu mengakibatkan semakin dangkal dan sempit, kualitas air pun menurun, meluasnya tutupan tanaman eceng gondok dan tumpukan sampah di pintu air mengakibatkan sejumlah areal pesawahan mengalami kekeringan,” ucapnya

“Saya hanya berharap kepada pihak terkait agar dapat berkontribusi sesuai dengan tugas dan fungsinya. Sebab hal ini menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah, Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Provinsi serta Kementerian lain, yakni Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga Kementerian Pertanian,” tuturnya

“Apa mungkin mereka tak memiliki strategi program untuk menahan sedimentasi yang lari ke aliran sungai tersebut,” ungkapnya

Bahkan menurut Hamdani SM selaku Kades Buniayu yang sejak kecil berlatar belakang seorang anak petani mengatakan,” Sampai saat ini Kementerian PUPR yang seharusnya bertugas melakukan normalisasi sungai, tak pernah membuat “Check Dam,” atau minimal menggandeng Akademisi untuk pemberdayaan masyarakat. Jadi kerja sama lintas instansi selama ini tak pernah dilakukan untuk merevitalisasi Aliran sungai tersier Desa Buniayu dan Desa Benda,” jelasnya

Dan kepada Pemerintah Daerah baik Kabupaten ataupun Pemerintah Provinsi sebagai dasar perencanaan pembangunan berkelanjutan, permasalahan pertanian saat ini, adalah Daerah Aliran Sungai (DAS) untuk diperhatikan, tidak hanya dari sisi teknis saja melainkan juga pendampingan aspek sosial. Sehingga dalam upaya revitalisasi daerah aliran sungai harus dilakukan secara terpadu,” ucapnya

BACA JUGA  Cooling System Terkait Agenda Pemilu 2024, Polsek Legok, Polres Tangerang Selatan Ajak Tokoh Agama Berperan Aktif

Yang terpenting pelaksanaannya harus melibatkan semua unsur masyarakat, petani, pelaku pertanian, akademisi serta Pemerintah Daerah. Belum ada program Pemerintah yang dilaksanakan seperi perbaikan Dam (embung), dan perbaikan kapasitas jaringan irigasi,” tegasnya

“Ingat jangan mimpi akan mampu memberikan solusi pengelolaan daerah aliran sungai untuk mendukung pertanian berkelanjutan jika para jajaran instansi atau Dinas terkait sebagai dasar perumusan kebijakan, alias Laporannya ABS (Asal Bapak Senang),” pungkas Hamdani SM

-red
( sansan )

46
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *