Media Online Seroja indonesia.com berita terkini di Indonesia, menyajikan beragam informasi dari berbagai sektor kehidupan yang disajikan secara sederhana dan mudah dipahami untuk membuka wawasan secara luas.

Kabel MPETIK Menjuntai Jadi Sorotan LSM Seroja Kecamatan Cukuh Balak

  • Bagikan

Media Seroja Indonesia.com, Tanggamus. Jalur Kabel MPETIK yang bertegangan tinggi yang melintas di latar S antara pekon Banjar Negeri-Kubulangka Kecamatan Cukuh Balak Kabupaten Tanggamus Lampung, kondisinya sangat mengkhawatirkan keselamatan warga setempat.

Pasalnya kabel MPETIK sepanjang jalan Latar S Kubulangka menjuntai ke bawah bahkan sebagian sudah terkubur tanah sepanjang pinggiran jalan dan kebon milik warga, sehingga dapat membahayakan keselamatan warga di sekitarnya.

Samat salah satu warga Kubulangka saat di temui Ketua LSM Seroja Kecamatan Cukuh Balak Zainuddin yang di dampingi Sekretaris Syamsul Kaheir dan Bendahara, ia menjelaskan bahwa kabel tersebut yang kondisinya menjuntai kebawah sudah terjadi empat tahun belakangan.

“Sudah Lama itu, tapi tidak ada respon dari yang terkait,” Katanya.Kamis(9/23)

Terpisah, menurut Keterangan dari Pemerintahan Pekon Kubulangka yang namanya enggan disebutkan, ia menjelaskan bahwa dirinya sudah beberapa kali menerima aduan serta tegoran dari masyarakat mengenai kondisi kabel yang menjuntai tersebut, bahkan dirinya sudah mengkonfirmasi kepada salah satu petugas PT. PLN persero yang dikenalnya melalui via telpon, nihilnya sampai sampai saat ini belum ada tindakan jelas.

“Udah banyak pak yang mengadu kepada saya mengenai kabel yang menjuntai kebawah tersebut, dan saya juga sudah ngewhatSAPP kepetugas PLN nya tetapi belom juga di respon,”ungkapnya.

Pentingnya sumber listrik bagi masyarakat, harus berbanding lurus dengan keamanan dan keselamatan masyarakat di sekitar itu sendiri.

(Sahron Zamil)

87
BACA JUGA  PENYALURAN BANTUAN BERAS BANFROV DI DESA JAYANTI KECAMATAN JAYANTI KABUPATEN TANGERANG
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: