Media Online Seroja indonesia.com berita terkini di Indonesia, menyajikan beragam informasi dari berbagai sektor kehidupan yang disajikan secara sederhana dan mudah dipahami untuk membuka wawasan secara luas.

Pembangunan Jalan Banten Lama-Tonjong Molor, Penggunaan Mobil Dinas untuk Angkut BBM Dinilai Bermasalah

  • Bagikan

Media Seroja Indonesia Com

Banten,-Pembangunan Jalan Banten Lama-Tonjong dengan nilai Rp 67,1 miliar yang dikerjakan oleh PT. Suburo Jayana Indah Cor dan konsultan pengawas PT. Kreasi Tekniktama Konsultan, diduga molor karena dinilai tidak sesuai target waktu kalender tahun 2023.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua LSM KPK Nusantara Perwakilan Banten, Aminudin, saat melakukan audiensi dengan Komisi IV DPRD Provinsi Banten, Rabu (13/12/2023)

Dari hasil audiensi, Kadis PUPR Provinsi Banten, Arlan Marzan, mengatakan bahwa penggunaan mobil plat merah untuk angkut BBM ke lokasi proyek diperbolehkan.

“Mobil dinas tersebut disewakan ke proyek untuk menambah pendapatan asli daerah (PAD) Provinsi Banten,” ujar Arlan Marzan

Namun, Aminudin menilai penggunaan mobil plat merah untuk angkut BBM di proyek tersebut bermasalah. Pasalnya, Dinas PUPR Provinsi Banten tidak memiliki izin usaha jasa angkutan dan BBM dari Kementerian ESDM.

“Sesuai UU Nomor 22 Tahun 2021 tentang Minyak dan Gas Bumi, setiap orang yang melakukan pengangkutan BBM tanpa izin usaha dapat dipidana penjara paling lama 4 tahun dan denda paling tinggi Rp 40 miliar,” kata Aminudin.

Selain itu, Aminudin juga mempertanyakan anggaran untuk pemeliharaan dan pengadaan BBM di Dinas PUPR Provinsi Banten. Menurutnya, anggaran tersebut seharusnya digunakan untuk operasional alat yang dipergunakan untuk perawatan jalan, bukan untuk disewakan.

Anggaran tersebut dihasilkan dari pajak rakyat, seharusnya digunakan untuk kepentingan rakyat, bukan untuk kepentingan pribadi,” kata Aminudin.

Amrul, Ketua LSM GEGER Banten yang tergabung dalam KOLEBAT, meminta agar aparat penegak hukum menyelidiki dugaan pelanggaran tersebut. Ia juga mempertanyakan penggunaan anggaran pemeliharaan dan pengadaan BBM di Dinas PUPR Provinsi Banten.

Anggaran tersebut cukup besar, seharusnya digunakan untuk operasional alat, perawatan jalan seperti ruas jalan Serang – Cilegon (Seragon) ruas jalan lainnya, dan penanganan bencana alam,” kata Amrul. Red

BACA JUGA  Masyrakat Keluhkan Aktivitas Truk Kontaener DiPerlintasan Jalan raya Pakuhaji Kabupaten Tangerang
53
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: