Media Online Seroja indonesia.com berita terkini di Indonesia, menyajikan beragam informasi dari berbagai sektor kehidupan yang disajikan secara sederhana dan mudah dipahami untuk membuka wawasan secara luas.

Muslik S.pd Ketua JPK DPW Provinsi Banten, Soroti Perihal Banjir di Perumahan Binong Permai

  • Bagikan

Media SerojaIndonesia.com, TANGERANG | Ketua Umum Jaringan Pemberantas Korupsi (JPK) Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Provinsi Banten Muslik S.Pd turut menyoroti perihal terjadinya banjir yang melanda kawasan perumahan Binong Permai.

Ia menilai, banjir yang terjadi di perumahan Binong Permai Kabupaten Tangerang Banten tersebut sangatlah memperhatikan lantaran tak kunjung ada solusi dari pemerintah.

Padahal menurutnya banjir di kawasan padat penduduk tersebut sudah sering kali terjadi jika musim penghujan datang, namun sampai saat ini nampaknya pemerintah setempat maupun pusat belum memberikan keseriusannya dalam menanggulangi banjir tersebut.

“Sampai saat ini banjir masih sering terjadi, untuk menanggulanginya saya rasa memang perlu perhatian khusus dari pemerintah,” ujar Muslik ketua JPK DPW Banten pada wartawan, Sabtu 27 April 2024.

Di sela-sela kesibukannya itu, Muslik berharap pemerintah dapat memberikan solusi agar banjir tersebut dapat ditanggulangi dengan baik.

“Saya berharap apa yang menjadi keluhan masyarakat terkait banjir ini dapat direspon cepat oleh pemerintah,” ucapnya.

Ia juga mengajak semua pihak untuk bersama-sama saling membantu dalam menanggulangi banjir yang terjadi di perumahan binong permai tersebut tanpa melakukan hal-hal yang merugikan dan melawan hukum.

“Kita lihat langkah nyata pemerintah, jika memang tak kunjung direspon, dan memang diperlukan demo dalam menyuarakan aspirasi, maka hal itu dikembalikan lagi kepada masyarakat yang terdampak banjir,” pungkasnya.

32
BACA JUGA  Laksanakan Proyek Tak Sesuai Waktu yang Ditentukan, CV Jember Jaya Diduga Gunakan Material Abal-Abal
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: